Tak Pernah Pacaran


Begitulah yang di alami hanny, sesuai dengan cerita sebelumnya, hanny memang tidak secantik lisa namun hanny tumbuh menjadi wanita muda yang dapat bertahan dalam setiap hal dan rintangan, itulah yang membawa gadis chinnese ini sampai ke kota Jogjakarta, Yup, Kota yang penuh dengan keunikan alam, Keindahan dan pesona yang selalu di kunjungi oleh para wisatawan domestic dan internasional sekaligus sebagai Kota Terpelajar yang memimpikan perubahan hidup.
            Ia tinggal sendiri di kota ini, namun ia sungguh menikmati kesendirian ini, Kesendirian ini membuat dia lebih mempunyai banyak kesempatan dan harapan untuk menempuh banyak pelajaran kehidupan, Ia tidak menyadari bahwa pelajaran kedepan sedang menunggu, Yaitu Cinta, Yup, Cinta tidak pernah meminta datang dan pergi begitu saja, Cinta akan menentukan arahnya sendiri dalam setiap hembusan angin dan menempatkan posisi tempat pada porsi yang sesuai dengan lika-liku perjalanan kehidupan makhluk hidup.
            Sebentar Lagi Hanny akan memasuki perguruan Tinggi, Tinggal menghitung beberapa hari lagi akan menjadi sebuah kenyataan yang menyenangkan sekaligus menegangkan, Ia akan menemukan banyak teman baru dan pengalaman baru, Malam pun berlalu, seperti biasa Ia menelepon ibunya, dalam percakapan
Ibu       :           Gimana kabar kamu, nak?
Hanny :           Baik bu, Ibu bagaimana kabarnya?, hari ini ibu ke mana saja?
Ibu       :           Ibu baik ko, hari ini ibu lihat pergelaran seni (Sambil tersenyum)
Hanny :           Ibu bahagia, menemukan seseorang di cinta yah?
Ibu       :           Iya... Nak, Kau juga harus menemukan Cinta itu
Hanny :           Nanti saja bu, hmm.. moga ibu lebih hati-hati dan lebih bijak sebelum
                        mengatakan itu Cinta
Ibu       :           Ini teman ibu sewaktu kuliah dulu.. hehe
Hanny :           Baiklah kalau sudah ibu tahu siapa orangnya
Ibu       :           Jangan terlalu lama menutup pintu hatimu
Hanny hanya terdiam sejenak
Ibu       :           Selamat menikmati hari-harimu, semoga kamu bahagia dan sukses selalu
Hanny :           Oke bu
            Setelah percakapan itu hanny hanya termenung di dalam hati, Apakah Cinta? Bagaimana merasakan nya? Mungkinkah Aku merasakan nya?
            Akhirnya terlelap untuk sesaat tentang apa itu Cinta dan seterusnya, Pagi Hari tiba untuk memulai aktifitas kembali dan memulai kuliah perdana, Ia pun bersiap-siap untuk sosialisasi tentang lingkungan dan kegiatan akademik.
            Maka sehari itu ia beraktifitas dan menikmati momen sosialiasi itu dengan antusias dan gembira, ternyata ada seseorang yang memerhatikan hanny, orang yang selalu bersama dia saat sosialiasi berlangsung dan memberikan beberapa tips dan saran untuk menghadapi perkuliahan nanti.
Ia Adalah Chris, Mahasiswa tingkat 7 atau Mahasiswa yang sedang menempuh tujuan terakhir, ia akan selesai dalam perkuliahan, Ia tak sangka bahwa ada bidadari yang “turun”, Chris sudah menempuh banyak hal dan mempunyai relasi yang cukup banyak dan Ia di pandang di Kampus itu sebagai seseorang di Kampus yang lumayan pintar dan gampang bergaul bahkan dia tidak segan untuk melobby dosen hanya untuk minta keringanan buat teman-nya yang tidak lulus matakuliah, Chris bukan orang Kaya dan Ia juga merantau di kota ini untuk menimba ilmu, Ia juga punya beban untuk merubah masa depan keluarganya.
            Dalam Percakapan Waktu Istirahat, Chris bercakap-Cakap dengan Hanny
Chris    :           Salam Kenal yoo
Hanny :           Iya kak... Gimana perkuliahan di sini? Sulit?
Chris    :           Mudah ko, semudah berkenalan dengan kamu...
Hanny :           Owhh.. Kakak Semster Berapa?
Chris    :           Semster 7.. Boleh minta Contact Kamu?
Hanny :           Boleh ko, Nanti aku kasih setelah acara yah
Chris    :           Oke
            Acara pun berlanjut Hingga Sore, dan selesai acara, Hanny memberikan nomor nya ke Chris, dan mereka mulai bercakap-cakap tentang kehidupan nya masing-masing, dari hal yang sederhana untuk di obrolin sampai tentang keluarga mereka masing-masing.
Waktu pun terus berlalu bagaikan irama music yang terus berlantun mengantar setiap kegiatan mereka di luar kampus, percakapan mereka setiap kali di selingin dengan bercanda dan berbagai hal yang baik untuk keduanya.
            Orang di kampus baik teman Hanny maupun teman Chris, Beranggapan keduanya sudah pacaran walaupun jarang kalimat itu terdengar sampai ke telinga mereka, Hingga suatu saat kalimat iu keluar dari teman Hanny, Bahwa mereka di anggap pacaran, Mulai lah Badai itu menerpa mereka secara tidak langsung.
            Dalam Percakapan waktu Makan sore, Mereka berbicang cukup serius
Hanny :           Kamu tahu bahwa kita di sebut “pacaran”?
Chris    :           Hmm.. Emang ada apa yah?..
Hanny :           Aku ngga mau kita di sebut pacaran padahal kan kita Cuma teman, benarkan?
Chris    :           (Dalam Hati Chris Ia berharap lebih dari teman) benar ko
Hanny :           Jadi setelah dari ini, kita kurangkan untuk bertemu yah bahkan contact bareng,
                        Kamu selesaikan dulu saja, dan aku kuliah seperti biasa,
Chris    :           Kenapa harus di kurangkan?
Hanny :           Aku merasa ngga enak saja dengan keadaan ini, Lagian Kamu kan juga punya
                        Mimpi yang sudah di depan mata
Chris    :           Menghela Nafas... Baiklah kalau itu mau-mu
Setelah percakapan sore itu semua telah berubah dengan cepat dan terlalu cepat untuk di sadari bahwa itu adalah kata “Perpisahan” padahal Chris sudah mulai punya rasa “Cinta” sama juga dengan Hanny, Namun Hanny tetap merasa agak asing untuk Mengakui “Cinta”
Perjalanan beberapa bulan kemudian, sudah tidak ada gossip, tidak ada kata-kata, Cuma ada sinar matahari dan hembusan angin yang menemani langkah mereka berdua, mereka berdua sudah jalan dengan berbeda bahkan saat pas-pasan terlihat seolah-olah mereka baru berteman, Sungguh Ironis Cinta itu, Iya begitulah Cinta jika di artikan dengan berbeda, Ia bisa membuat manusia saling menyakiti namun Apakah itu Cinta? Bukan yang pasti, Cinta selalu mempertemukan hal-hal yang berbeda menjadi satu, Itu hanya ego manusia untuk tidak mengakui Cinta dan memilih berpisah.
            Sore Hari di tengah laut yang tenang, Hanny mulai menggunakan beberapa kalimat di dalam secarik kertas untuk melukiskan perasaaan selama ini
Wahai Jiwaku
Kenapa Kau binggung setelah Aku tidak bercakap dengan Chris?
Bukannya Sudah selayaknya kita seperti ini
Lautan dengan gelora nya dapat datang dan pergi, itu hanya teman
Tidak Mungkin Aku menciintai
Sungguh Kurang Baik Rasa nya menggunakan kata Cinta
Kenangan bersama dia Cuma berupa kenangan sebagai teman, Tidak lebih
Hmm..
Sambil melihat Senja
Namun setelah di renungkan, Apakah Aku merindukan Chris? Iya, Aku merindukan nya
Namun hanya sebagai teman, Cukup Sebagai Teman
Tapi Cukup Sulit juga untuk berkata seperti itu kepada Chris
Aku rasa Ia menyukai-Ku,
Namun Aku rasa, Aku belum siap untuk Mengatakan Cinta
Cinta, Kalimat yang mungkin butuh ku cari di alam yang luas ini dan buku-buku
Oh yah, sambil bangkit berdiri, Ia lupa untuk membuangnya
Kertas itu Jatuh di atas pasir, Lalu Ia bergegas pergi untuk ke perpustakaan terdekat, Yup ada perpustakaan yang buka 24 jam di kota itu, untuk memenuhi keinginan para mahasiswa untuk terus mengasah dan memperdalam ilmu mereka, Namun setelah Ia meninggalkan tempat itu, Ada seseorang yang megambil kertas itu, Siapakah Dia?
Bersambung

Comments