Jejak Kaki Yang Hilang


Dalam Pesawat yang mengantar Lisa dan paman ke perancis, Lisa mulai membuka buku yang pernah diberikan teman baiknya dan ketika di buka buku tersebut terisi kalimat yang indah.
            “Untuk Temanku Yang Membuka Ruang di Tengah Kegelapan”
Kalimat yang unik dan tertulis di halaman pojok kanan tersebut Kenal & Bagikan...
Sebuah Perenungan yang di ingat oleh Lisa ketika dia pertama kali mengenal Hanny, teman yang satu ini mempunyai kebiasaan yang unik, ketika pagi hari sesampainya di sekolah, setiap kali ada airmata di pipinya dan ia selalu tertawa, inilah yang Lisa selalu ingat tentang awal perkenalan dengan Hanny di Bangku SMA.
Di halaman berikutnya..
Aku memberikan airmataku di pagi hari untuk sebuah masalah,
Sebuah masalah yang tidak pernah ku anggap ada walau masalah itu membuatku putus asa
Setiapku bertemu teman maka selalu ku buatkan dengan Senyuman dan Canda
Tanpa pernah ada yang tahu Isi Hatiku..
Dan.. Setiap Perjalanan Pulang.. Hanya di Lalui dengan Ketakutan akan Hidup ini
Namun..
Ketika aku bertemu dengan seseorang yang membuka Ruang untuk aku..
Walau aku selalu menipu diri sendiri menjadi Orang yang selalu ceria
Hmm.. Mungkin Ketika Kau Baca Halaman pertama ini,
Kau Ingat “Perjumpaan misteri perjalanan tanpa kaki”
Seolah-olah misteri kehidupan ini hanya untuk di kenang bukan untuk di ungkapkan
Kata Pengantar ini untuk Lisa yang Always Here about My Heart
Ketika Lisa mengingat Kembali Tentang kata-kata perjumpaan misteri perjalanan tanpa kaki
Termenung lah dia akan peristiwa tersebut
Malam Hari, setelah ia bertemu pertama kali di kelas dengan Hanny, dia masih penasaran dengan Hanny..
Maka Ia sengaja mampir ke warung yang dekat rumah Hanny untuk melihat kehidupan sehari-harinya. Dalam Hatinya.. “Hari ini aku jadi detektif untuk pertama kalinya..”
Ketika ia langsung bertatapan dengan Hanny di warung tersebut, ia terkejut karena Hanny menunjukan muka yang murung dan banyak ada goresan seperti rotan yang ada di tubuh Hanny, Seolah-olah menandakan bahwa ada sesuatu yang terjadi kepada Hanny..
Lisa tidak berani menegur teman nya itu karena kondisi yang tidak memungkinkan itu,
Ketika mereka masih bertatapan..
Hann.. Hann.. Kemana Kau??.. Teriakan yang begitu lantang di malam hari seolah-olah memanggil pembantu.
Hanny bergegas berjalan menuju suara tersebut sambil membawa sebungkus rokok yang cukup terkenal, Lisa yang mengamati dari jauh ternyata melihat semua hal yang aneh terhadap teman baru nya itu dan bergegaslah ia pulang ke rumah.
Dalam Perjalanan pulang ke rumah..
.. Siapa orang yang memanggil Hanny.. Mungkinkah Dia, Ayah Kandungnya?.. Keraguan meliputi Lisa.. Hingga tiba di rumah dan tertidur..
Besok Pagi..
Hanny berkata kepada Lisa untuk bertemu sehabis pulang sekolah, Bertemu di taman dekat dengan rumah Lisa, Lisa merasa ragu untuk tetap bertemu karena masih banyak tanda tanya mengapa temannya begitu saja menerima perlakuan tersebut.
Di dalam kelas pun seolah-olah tidak ada peristiwa apapun yang membuat hal yang berbeda dengan Hanny teman-nya.. Keraguan Lisa semakin menjadi – jadi untuk bertemu dengan Hanny
Dalam Hatinya.. “Apakah mungkin ini hanya topeng untuk menutupi semua masalahnya..
.. Lalu kenapa dia melakukan semua ini??”...
Sehabis pulang sekolah, mereka bertemu di taman yang di janjikan..
Hanny : Begini loh Lisa.. Kan Kamu tahu.. Nada yang cukup Tinggi
Lisa : iya.. Semakin binggung dan ragu akan percakapan ini.
Hanny : Tentang apa yang terjadi padaku, Jangan cerita ke siapapun!!
Lisa : Maksudmu..
(Hening Sejenak)
            Lanjut Lisa.. Aku tidak mengerti maksudmu, aku hanya melihat kejadian semalam..
Lagian Jika kau ada masalah coba di ceritakan saja..
Kata-Kata terakhir Lisa, membuat Hanny berkaca-kaca & mulai meneteskan air mata..
Tak ada satu katapun yang keluar dari mulut Hanny, seolah Langit Begitu Kejam dan menjadi jaksa penuntut yang ingin melihat ia hanya menahan perih selama ini di rasakan..
Gambaran Hidup ini begitu terasa di Lisa, Lisa lalu memeluk Hanny, Ia merenung tentang kehidupan ia & teman-nya.. walau tidak sama namun ternyata kehidupan hanny begitu banyak mengisahkan kepedihan..
Ternyata kisah kehidupan Hanny Beginilah..
Kepergian Ayahnya waktu ia lulus SMP memberikan kepedihan hati yang terdalam bagi Hanny dan Ibunya karena kepergian ayahnya tanpa di sangka dan di duga..
Setelah kepergian ayahnya, 3 bulan kemudian datanglah teman ayahnya yang waktu itu sama-sama bekerja di perusahaan yang sama, memang aneh, jika teman ayahnya baru datang setelah 3 bulan kepergian ayahnya namun itu tidak sama sekali membuat kecurigaan kepada ibu dan Hanny.
Seiring berjalannya waktu ternyata teman ayahnya bermaksud untuk menikahi ibunya namun sebelum semua itu terjadi,
Ada beberapa gejala yang membuat hanny curiga, seperti pesan singkat berupa.. Ingat janjimu, cepat kau nikahi dia”.. Kapan Kau balik ke sini?.. Aku merindukanmu”..
Dua Kalimat tersebut membuat Hanny termenung di karenakan umur Hanny yang masih 14 tahun dan belum punya pengalaman yang banyak tentang kasus seperti ini..
Barulah sms itu terungkap dengan datangnya seorang wanita ke rumahnya, wanita tersebut sangat akrab dengan teman ayahnya yang akan menikahi ibunya, mereka bercakap di tengah teriknya matahari dan percakapan tersebut terdengar juga oleh Hanny walau hanya sebentar.
“Cepat ambil Hartanya dan Kau ke sini..”
Pada Malamnya, Hanny melaporkan informasi tersebut kepada ibunya namun bukan di tanggapi malahan ia di marahi habis-habisan soalnya mamanya ternyata sudah jatuh cinta kepada teman ayahnya dan hari pernikahannya tinggal menghitung hari.
Setelah pernikahan dengan teman ayahnya, semua yang di ucapkan oleh anaknya ternyata benar, mulailah muncul sikap aslinya, sering ia mengalami kekerasan dan mengetahui hal yang selama ini, ia tidak pernah sangka bahwa teman ayahnya begitu jahat dan kejam.
Melalui sebuah amplop yang berisi “Teman Terbaik”, terungkaplah semua lika-liku bagaimana teman ayahnya begitu menginginkan dirinya hanya untuk memuaskan hasrat sebagai barang bukan sebagai orang yang di kasihinya.
Selain itu yang lebih menyedihkan hati adalah “kau teman yang baik, yang rela mati hanya untuk teman-mu ini, aku akan menjaga barangmu dengan baik, tetaplah tenang di tempatmu..”
Kalimat yang halus namun begitu menyayatkan hati membuat bacaan itu seolah-olah dia barang dagangan yang bisa di perjual belikan, sejenak saat ia sering bertengkar dengan suami baru nya dan dalam pertengkarannya tersebutlah kalimat ini.
Pertengkaran tersebut selalu berakhir dengan kekerasan..
Dan begitulah selanjutnya, hari-hari di rumah hanya seperti neraka, bahkan anaknya yang tidak tahu tentang apapun menjadi sasaran.
Setelah cerita semua itu maka Lisa mulai tertarik untuk menelusuri tentang “misteri” tentang ayah temannya.
Besok malam, Lisa mulai datang ke rumah Hanny untuk mencari tahu tentang kebenaran cerita teman-nya tersebut. Rumahnya yang 2 lantai dan di warnai dengan cat yang putih menghiasi rumah itu dengan sederhana, pemandangan dekat rumahnya banyak tanaman hias yang di tata dekat rumahnya.
            Saat bertamu, tidak ada hal yang berbeda dengan bertamu ke tempat orang lain namun di sisi lain, ada yang aneh ketika makin masuk ke dalam rumah Hanny, ada beberapa tempat yang berantakan dan rapi sekali, ia mulai heran-heran dengan kondisi rumah yang semakin menunjukan tanda-tanda yang dapat menjadi petunjuk untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah itu Lisa beranjak pulang ketika melihat langsung kondisi yang ada di rumah Hanny tersebut, Tanggal 18 Maret, saat itu merupakan hari yang penting untuk memastikan bahwa ada dokumen penting yang tersimpan di dalam rumah Hanny.
            Lisa Bersama Hanny masuk ke dalam kamar yang selama ini tidak pernah di masukin oleh ia dan ibunya, tempat itu sangat berantakan dengan kertas dan dokumen yang tidak terlalu di perhatikan dengan seksama.. Mereka berjalan dengan pelan-pelan tanpa pakai alas sepatu, mereka pelan-pelan memasuki ruang tersebut.
Ruang yang hampa hanya terisi oleh setumpukan kertas namun di tengah kertas – kertas tersebut ada kertas yang lebih condong keluar dan bertuliskan “skenario.. Tulisan itu di lihat hanya oleh Lisa, mulailah Lisa mendekati kertas tersebut dan mengambilnya.
            Setelah Lisa mendapatkan kertas tersebut, kagetlah ia dengan isinya, yang berisikan tentang skenario pembunuhan ayahnya yang telah di skenariokan dengan baik tanpa ada ataupun yang tahu bagaimana itu terjadi.
Kalimat akhir yang tertulis di kertas tersebut.. “kertas ini harap di buang dan di bakar dan jika ada satupun yang baca anggap saja segala sesuatunya tidak tercapai..”
            Kertas tersebut di berikan kepada Hanny dan mereka langsung pergi dari rumah tersebut sebelum semuanya terlambat dan kejadian tersebut sebelum semuanya terlambat dan kejadian tersebut tidak ada yang tahu bahwa mereka sudah mengambil surat tersebut.
1 minggu kemudian, tepatnya tanggal 22 Maret, Hanny & Ibunya telah berpindah tempat tinggal dan melaporkan ayah tirinya atas tuduhan rencana pembunuhan terhadap ayahnya dengan bukti surat yang mereka temukan tersebut.
            Setelah kejadian tersebut, banyak hal yang berubah dalam kehidupan Hanny dan Ibunya, Hanny yang dahulu pernah termenung dan selalu sedih bahkan tertawa walau banyak masalah, sekarang lebih ceria dan menunjukan apa adanya tentang kehidupannya.
Ibunya lebih banyak berkomunikasi dan bukan mejadi pendiam lagi, di rumah tersebut walau kecil namun memiliki warna yang berbeda dengan perubahan Hanny & Ibunya.
Sebuah petikan puisi di pagi hari..
Serasi mentari pagi hari menari mengarungi embun pagi..
Detik Kegiatan mengawali moment perubahan ini..
Setiap angin terjalin untuk menjabat tangan..
Senyuman manis tergores di pintu..
Menandakan masa lalu di jadikan pelajaran sebagai perjalanan yang baru.
Tak Terasa ketika sudah membaca surat tersebut itu di bagian awal, pesawat tersebut itu berhenti dan mereka telah sampai di perancis.
Bersambung...


Comments